Renungan


Dengan menyebut nama Allah SWT yang maha pengasih dan maha penyayang, segala puji bagi Allah SWT yang telah menjadikan ilmu sifat kesempurnaan tertinggi setelah adab dan akhlak, maka dari pada itu sepantasnya bagi kita untuk memperbaiki diri dengan menghiasinya akhlak yang mulia. Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah SWT dan aku bersaksi bahwa nabi Muhammad SAW utusan Allah SWT
      Selanjutnya, seorang yang senantiasa mengharapkan pengampunan atas segala dosa dan kesalahan, saya pribadi mengutip beberapa kalam atau pekataan para ahli hikmah sembari berharap ampunan dan rahmat bagi saya dan seluruh umat islam.
     Kutipan ini saya beri judul renungan, berharap dapat menjadi renungan bagi kita semua dan pelajaran dalam memperbaiki diri untuk kedepannya.
     Akhirnya saya memohon kepada Allah SWT, semoga beberapa kutipan ini bermanfaat bagi kita semua, dan dijadikan modal untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan di hari kemudian, amin.


     Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji bagi Allah SWT disetiap waktu, semoga shalawat dan salam senantiasa dilimpahkan kepada Rasulullah saw, yang terbaik di antara semua makhluk. Adapun beberapa kutipan tersebut antara lain.
1.   Keunggulan Iman dan Memberi Manfaat kepada Kaum Muslimin
Nabi bersabda:
خصلتان لاشئ افضل منهما: الامان باالله والنفع للمسلمين.
Artinya: dua perkara, tiada sesuatu pun yang melebihi keunggulannya, yaitu iman kepada Allah SWT dan memberi manfaat untuk kaum muslimin.
Nabi juga bersabda yang artinya: Manusia yang paling dicintai Allah ta’ala adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia, sebaik-baik amal perbuatan ialah memberikan rasa senang ke dalam hati orang mukmin, yaitu berupa meringankan yang kelaparan dan meringankan kesulitannya. Dan tiada satupun yang melebihi kejahatan dua perkara yaitu menyekutukan Allah SWT, dan mendatangkan bahaya bagi kaum muslimin.
2.   Gemar Menghadiri Majelis Ulama dan Mendengarkan Nasehat Ahli Hikmah
Nabi bersabda:
عليكم بمجالسةالعلماء واستماع كلام الحكماء فإن الله تعالي يحي القلب الميت بنورالحكمة كمايحي الارض الميتةبماءالمطر
Artinya: Hendaklah kalian menghadiri majelis ulama dan mendengarkan petuah ahli hikmah. Karena Allah SWT akan menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana dia menghidupkan tanah gersang dengan air hujan.
Nabi juga bersabda yang artinya:
     Akan datang suatu zaman kepada umatku, dimana mereka berpaling dari ulama, maka Allah turunkan tiga bencana kepada mereka, pertama Allah mencabut keberkahan dari usaha mereka, kedua dijadikan bagi mereka penguasa yang zalim, ketiga mereka meninggal dunia tanpa membawa iman.
3.   Masuk Kubur tanpa Bekal, Laksana Mengarungi Lautan tanpa Bahtera
Di riwayatkan dari sahabat rasulullah, Abu bakar as shiddiq: “ barangsiapa yang masuk ke dalam kubur tanpa membawa bekal ( amal shaleh ), maka ia bagaikan mengarungi lautan tanpa bahtera,”
Nabi juga bersabda:
ماالميت في قبره الاكالغريق المغوث
Artinya: tiadalah mayit yang hidup di alam kuburnya, melainkan seperti orang tenggelam yang meminta tolong.
4.   Antara Kegelisahan akan Duniawi dan Akhirat
Ustman bin Affan ra berkata:
 هَمُّ الدنياظلمةفي القلب وهم الاخرة نورفي القلب
Artinya:
Bersedih dalam urusan dunia membuat hati menjadi gelap, sedangkan gelisah akan urusan akhirat merupakan cahaya di hati.
5.   Antara Menuntut Ilmu dan Berbuat Dosa
Ali bin abi thalib berkata:
من كان في طلب العلم كانت الجنة في طلبه ومن كان في طلب المعصية كانت النارفي طلبه
Artinya:
Barang siapa yang menuntut ilmu, maka surga mencarinya, dan barangsiapa berusaha berbuat maksiat maka neraka lah yang memburunya.
   Oleh Karena itu, barangsiapa yang sibuk mencari ilmu yang bermanfaat, maka pada hakikatnya dia tengah mencari surga dan ridha Allah SWT, sebaliknya barang siapa yang berusaha berbuat maksiat, pada hakikatnya dia berupaya menuju neraka dan murka Allah SWT.
6.   Berbuat Dosa sambil Tertawa dan Berbuat Taat sambil Menangis
Di katakan bahwa: Barangsiapa yang berbuat dosa seraya tertawa, maka Allah campakan dia ke neraka dalam keadaan menangis, dan barangsiapa yang berbuat taat, sementara  ia dalam keadaan menangis, maka Allah akan memasukannya ke surga dalam keadaan gembira.”
   Yakni, barangsiapa yang berbuat dosa sambil tertawa, seakan akan dia senang atas apa yang dia perbuat, yang mana seharusnya dia sedih dan meminta ampun atas apa yang dia lakukan, maka Allah campakan dia ke neraka dalam keadaan menangis, sebaliknya, orang yg berbuat taat lalu dia menangis karena merasa malu kepada Allah, jangan-jangan dia termasuk orang yang lalai dalam ketaatan kepada allah, maka Allah masukan dia ke surga dalam keadaan gembira.
7.   Terhadap Dosa Kecil jangan Meremehkan
Sebagian ahli hikmah berkata: “ Janganlah meremehkan dosa-dosa kecil, karena dari dosa-dosa kecil itu akan menumpuk dan menjadi dosa besar.”
     Janganlah menganggap dengan menghitung dosa-dosa yang kecil itu sebagai suatu yang remeh, karena daripadanya akan terkumpul menjadi dosa besar. Lebih buruk lagi, bisa jadi kemurkaan Allah disebabkan oleh dosa-dosa kecil tersebut.
8.   Antara Kedamaian Hati bersama Allah dan Kesenangan Nafsu
Dikatakan, jika anda ingin merasakan kedamaian dan kesenangan bersama Allah, maka patahkanlah kecintaan anda terhadap nafsu anda.
     Maksudnya adalah, jika hati ingin merasa damai dan senang disisi Allah dan tidak terpisah darinya, maka hindarilah kecenderungan kecintaan terhadap nafsu anda.
   Seseorang pernah ditanya di dalam mimpinya, lalu ia katakan sebagai berikut:
-        Allah bertanya kepadaku: “Wahai fulan, tau kah anda dengan sebab apa aku mengampuni anda?
-        Aku menjawab: “ Dengan amal shalehku”
-        Allah katakan: “ Tidak.”
-        Aku berkata: “ Dengan ke ikhlasan ibadahku”
-        Allah katakan: “ Tidak”
-        Aku menjawab: “ Dengan haji, puasa, dan shalatku”
-        Allah katakana: “ Bukan”
-        Aku menjawab: “ Dengan hijrahku kepada orang orang yang shaleh dan demi mencari ilmu”
-        Allah katakana: “ Tidak juga”
-        Lalu aku ganti yang bertanya: “ Ya ilahi, lantas dengan sebab apa?”
-        Allah katakana: “ Ingatkah engkau, ketika tengah berjalan, lalu engkau menemukan seekor kucing kecil yang tidak berdaya lantaran kedinginan, karena kasihmu lalu kau mengambilnya dan menyelamatkannya, dan memeluknya ke dalam jubah tebalmu agar ia merasa hangat dan selamat?”
-        Aku menjawab: “ Benar ya tuhanku, aku mengingatnya”
-        Allah katakana: “ Lantaran kasih sayangmu itu, aku pun menaruh kasih sayang padamu.”
9.   Antara Berkeluh Kesah, Sulitnya Kehidupan dan Merendah Diri pada Orang Kaya
Nabi bersabda:
من اصبح وهويشكواضيق المعاش فكأنمايشكوربه.ومن اصبح لامورالدنياحزينافقداصبح ساخطاعلي الله.ومن تواضع الغني لغناه فقدذهب ثلثادينه
Artinya: “ Barangsiapa di pagi hari mengadukan kesulitan hidupnya, sama hal nya ia mengeluh kepada tuhan, dan barangsiapa di pagi hari merasa susah karena urusan duniawi, maka pagi hari ia marah kepada Allah, dan barangsiapa merendah diri kepada orang kaya Karena hartanya, maka hilanglah sepertiga agamanya.”
    Pengaduan tidaklah pantas dilakukan kecuali hanya kepada Allah, sebab mengeluh kepada Allah itu termasuk doa. Adapun pengaduan terhadap sesama manusia merupakan alamat tidak rela dalam menerima ketentuan dari Allah.
     Orang yang bersedih dan gelisah terhadap urusan dunia, berarti dia marah kepada Allah. Karena hal itu menunjukan atas ketidakrelaan terhadap apa yang ditentukan Allah dan tidak sabar terhadap apa yang menimpanya, karena segala yang terjadi itu sesuai dengan qadha dan qadar nya.
     Hilangnya sepertiga agama seseorang yang merendahkan dirinya terhadap orang lain karena hartanya, karena syari’at memandang bahwa memuliakan manusia hendaklah karena taqwa dan ilmu, beserta akhlaknya, bukan karena harta kekayaannya. Oleh sebab itu, setiap muslim harus memiliki komitmen di dalam hatinya, mendorong jiwanya dan merealisasikan melalui anggota tubuhnya sesuai dengan tiga hal itu di setiap kondisinya.
10.                Tiga Perkara tidak dapat Dicapai dengan Tiga Cara
Abu Bakr Ra berkata:
ثلاث لاتدرك بثلاث: الغني بالمني والشباب بالخضاب والصحة بالادوية
Artinya:
“ tiga perkara tidak dapat di capai dengan tiga cara, yaitu: kekayaan tidak dicapai dengan lamunan, muda tidak di dapat dengan menyemir rambut, dan sehat tidak di dapat dengan obat obatan.”
     Kekayaan tidak didapat dengan lamunan dan angan-angan, tetapi dengan pemberian anugerah dari Allah. Muda tidak di dapat dengan menyemir rambut, begitu pula dengan kesehatan tidak akan diperoleh dengan obat-obatan semata, melainkan dengan rahmat dari Allah.

By : Fakhrul

About the author

Admin
Selamat membaca !

0 komentar:

Copyright © 2013 Ikatan Pelajar Minang Internasional and Blogger Themes.