Kau sudah punya seni ?



Hei kau. Dunia yang kita huni ini dipenuhi orang-orang luar biasa. Tak sengaja kemarin contohnya, kulihat seseorang melukis debu. Pernah di lain hari, seseorang mengukir batu. Besoknya seseorang menulis ratusan puisi, bernada sendu. Atau saban sabtu, kudengar di tengah kota seseorang bernyanyi, merdu. Mereka seniman dan untuk mereka talenta Tuhan ciptakan. Terpikir olehku, seniman adalah sang pencapai puncak kualitas dari sebuah pekerjaan. Tangan mereka begitu lincah, imajinasi mereka ke segala arah, suara mereka juga indah. Tapi tak satupun dari tiga itu di dalamku. Aku bukan seniman. Tak adil memang dan tak mengapa. Karena setelah ini kuubah arti seni, sehingga setiap orang bisa menjadi seniman berbakat. Tentu saja kau juga bisa.
Kau yang di depan meja Bibli, jadilah insinyur dengan seni di setiap lekuk konstruksi mesin yang kau buat. Jadi guru juga bisa. Tapi jadilah guru yang mengajar dengan seni bijaksana, sehingga namamu tergores di hati setiap murid yang kau bina, serta nasihatmu sampai kapan pun terngiang di kepalanya. Atau seorang atlet, yang memainkan seni sepak bola menarik seperti yang diperagakan tim sepak bola sebuah kota pelabuhan di Inggris sana, dan harumkanlah melalui olahraga nama bangsamu. Kau juga, yang sedang membaca sambil mengulum senyum, jadilah dokter gigi terhebat, yang dengan seni, tak perlu lagi pasien di atas kursi operasimu merasa sakit.
Kau pasti tahu seni apa yang kukatakan, menjadi seperti apa seni kudefinisikan. Aih, tak perlu lagilah kujelaskan. Tak mudah memang, tapi sangat mungkin untuk dipunyai. Maka sebelum ia kau dapat, belajarlah! Belajarlah setiap detik sampai lelah tak lagi terasa, berkembanglah sampai batas telah terlewat, kemudian bersinar sampai aku bisa melihat terangmu dari jauh, dan bantu aku jadikan dunia ini lebih indah. Hei kau.


By Fadel Muhammad, Aachen.

About the author

Admin
Selamat membaca !

0 komentar:

Copyright © 2013 Ikatan Pelajar Minang Internasional and Blogger Themes.