pengabdian sederhana seorang perempuan

Diambil oleh:frrkhm
    Perempuan adalah makhluk Tuhan yang paling mulia, dan memasak adalah juga pekerjaan yang paling mulia di muka bumi. Sederhananya, perempuan menciptakan kehidupan dengan cara memberikan keturunan, dan memasak menciptakan makanan untuk manusia itu bisa hidup. Ah, kalian tentu sudah pasti tau bagaimana usangnya hidup tanpa kedua hal itu. 
   "Perempuan itu harus bisa masak, itu hal yang bikin betah suami dan anak-anakmu dirumah nanti" inilah kalimat sederhana yang ibu saya selalu bilang ketika saya dirumah,  Di era modern ini bukan hal yang asing lagi perempuan tidak bisa memasak dan saya adalah salah satu dari mereka. Boro-boro masak, ngerasain makanan kurang garam atau kurang manis saja saya gak bisa
   Hidup berjalan dengan semestinya. Hal yang ada dalam fikiran adalah saya akan menyelesaikan studi dengan baik dan tepat waktu, dan bekerja sesuai dengan bidang saya. Pada waktu yang tepat akan ada seseorang yang meminta saya untuk menjadi pendamping hidupnya dan menikah. Sekitar dua bulan sebelum menikah saya akan kursus memasak untuk menghindari biaya rumah sakit kalau-kalau suami saya nanti sakit perut selesai memakan masakan buatan saya. Sebuah ide yang cemerlang dan saya akan mewujudkannya. Namun idealisme versi saya itu tidak bertahan lama sampai akhirnya saya memutuskan untuk pasrah menyerahkan diri untuk belajar memasak. 
     Memasak bukan hanya persoalan suami betah dirumah, lebih dari itu pintar memasak adalah menjaga surga. Sekitar setahun lalu ketika saya mencari kitab suci ke kota Kediri, teman saya bercerita tentang abang kandungnya yang sudah mempunyai istri namun masih sering minta dibuatkan makanan ke ibunya karena masakan sang istri kurang enak. Tak ada yang salah dari anak lelaki yang meminta dibuatkan makanan kepada ibunya. Bermanja-manja pada ibu, adalah salah satu bentuk bakti pada ibu dan mendapatkan surganya. Berbeda dengan perempuan, alamat surganya terletak pada suami. Banyak cara untuk berbakti pada suami, menghidangkan sarapan pagi adalah salah satu bentuk dari bakti itu yang akan menghantarkan perempuan kesurganya. Dan perempuan macam apa yang mau kehilangan surga itu ?
     Hal terpenting kedua adalah. Pintar memasak itu bentuk penghargaan pada diri sendiri dan menjaga harga diri itu sampai ke titik darah penghabisan. Beberapa kali teman saya bercerita bahwa ayahnya sering makan di warteg karena masakan ibu kurang asin. Aduh, gelar sarjana mau ditaruh di mana kalau soal masak saja masih kalah sama ibu-ibu warteg.
      Memasak itu soal seni dan perasaan.Tak bisa dipelajari dalam waktu yang singkat, karena hati butuh waktu yang panjang untuk merasa, dan hal yang indah tidak bisa diciptakan dalam waktu singkat
     Semua perempuan boleh berfikir belum waktunya untuk memikirkan hal rumah tangga, namun cepat atau lebih cepat semua perempuan dimuka bumi akan sampai pada titik itu. Dititik dimana pengabdian seorang perempuan terlihat begitu sederhana namun sulit untuk mencapainya. 

By : Pingky Pramai Sella

About the author

Admin
Selamat membaca !

0 komentar:

Copyright © 2013 Ikatan Pelajar Minang Internasional and Blogger Themes.