Dimanakah Kita?






Ini bukanlah tulisan pertamaku, melainkan tulisan yang kebeberapa namun tak pernah jadi satupun. Tulisan ini saya tulis tidak baku karena saya ingin mengajak pembaca bersantai dan menikmati setiap gambaran serta narasi-narasi indah yang akan saya paparkan in syaa Allah. Dalam pelajaran sejarah ada yang dinamakan sejarah sebagai objek wisata. Kenapa?????
Sebentar,saya ingin mengajak anda membayangkan pulau Bali, ombaknya nan begitu elok, pantai yang ramai dikunjungi oleh turis-turis asing, anda duduk ditepian pantai sembari menikmati sepoinya angin laut, hidangan makan dan minumanpun hadir dihadapan anda..
Dan kembali ke cerita awal,apakah anda sudah pernah ke Bali?? Belum, tapi saat saya cerita seolah-olah anda kala itu berada di Bali bukan?? Nah itulah yang dinamakan sejarah sebagai objek wisata..
Uuppzzz kita ngk belajar sejarah loh sekarang, hanya memperkenalkan atau menambah ma'lumat sebelum kita masuk kedalam pokok pembahasan.karena nanti dlm pembahasan, saya ingin mengajak pembaca masuk ke dunia itu, berharap saat tulisan usai dn pembaca kembali kedunia nyata setidaknya ada sedikit rasa ingin berbagi dan cinta sesama...

Pernah mendengar kata mentawai???
Bagi yang sudah pernah dengar alhamdulillah, bagi yang belum,maka saya yang akan memperkenalkan. Mentawai adalah kepulauan yang mempunyai luas 6.011,35 km2,dan panjang garis pantai 1.402,66 km yang terletak diantara 10-30 Ls dan 980-1000 BT.
Meski kepulauan mentawai masuk dalam wilayah sumatera barat, tapi banyak yang belum mengenal bahkan belum pernah mendengar sekalipun. Dahulu pulau mentawai adalah bagian dari kabupaten padang pariaman, dn sekarang telah berdiri sendiri menjadi kabupaten kepulauan mentawai.
Uniknya meski dinamai dengan kabupaten tapi sangat berbeda dengan kabupaten-kabupaten lainnya. Kenapa??? Karena dia terdiri dari gugusan pulau-pulau besar dan kecil yang berjumlah 99 pulau yang dikelilingi oleh lautan hindia (samudera hindia).
Secara umum kabupaten kepulauan mentawai terdiri dari 4 pulau besar yang letaknya terbentang dari utara ke selatan,yaitu pulai siberut, pulau sipora, pagai utara, pagai selatan.

Bagi saya,membaca letak geografis sebuah daerah itu adalah hal yang sangat membosankan apalagi menghafalkannya.
oleh karena itu,waktu sma saya tidak suka jurusan ips. Karena sepertinya ipa lebih menantang nyali menguras otak, meski nyatanya saya sampai sekarang ngk pintar2,biasa ajha...
Hahahahah...

Eh kenapa jd curhat sayanya??? 😄
Kembali ke laptop yok,.
Ini adalah cara saya ngilangin boringnya pembaca...



Setelah mengetahui 4 pulau besar di kepukauan mentawai, maka saya ingin memberitahu letak geografis rumah saya juga.. Hahahaa
Ngk penting banget??
Eh siapa bilang ngk penting,? PENTING..! Saya tinggal di tepian teluk pagai utara dan pagai selatan. Dari kecil hingga sekarang saya suka melakukan petualangan atau dikenal kids zaman now adalah adventure..
Karena setiap perjalanan yang kita lakukan terdapat banyak ilmu atau pengalaman-pengalaman yang kadang memang tidak akan didapatkan oleh anak rumahan. Yang sangat sangat ingin saya paparkan adalah bagaimana seorang bocah kecil berusia 6 tahunan harus dilepaskan oleh orang tuanya dari rumah menuju pusat kecamatan dan tinggal di kos kosan berupa kelas usang yang sudah tak layak pakai lantaran transportasi dari pulau ke kecamatan masih menggunakan boat berupa angkutan laut dan itu sangat tidak memungkinkan untk mereka sebrangi setiap hari.sangat jauh dan bahan bakar minyak tentunya sangat tidak memadai.
Saya begitu prihatin kepada anak anak di usia mereka yang masih harus diberikan asupan makanan bergizi serta kasih sayang dan perhatian lebih,malah terlontar di daerah orang.tapi tak apa, demi pendidikan dan masa depan
من سلك طريقا يلتمس فيه علما سهل الله له به طريقا إلى الحنة.

Dan lagi sebuah cerita saat saya mengunjungi sebuah pulau yang saaaaangaat jauh, 7 jam lamanya di atas boat, hingga kecium bau gosong dari pipi ini saking panasnya.begitu saya sampai, yang terbayang difikiran adalah ketemu air dan perumahan penduduk.
Ternyata itu hanya hayalan semata. Untuk mencapai tempat pemukiman warga saya harus berjalan kaki senelusuri bukit dan lembah sejauh 2 km, nan tidak ada motor apalgi mobil. Beberapa jam kemudian sampailah saya kegaris finish,ingin mandi melepas dahaga membuang lelah.ternyata di daerah itu jangankan air PAM, sumur ajha ngk ada.. 😭
Kemudian saya bertanya kepada seorng bapak-bapak,

"jak, kudduat purauket senek kaipa jak? ".
(pak, tempat mandi disini kira - kira dima ya?)
Lalu sang bapak menjawab, lurus, belok kanan sekitar 200 meter, trus ketemu ladang talas nah disitu ad kayu, maka sebrangilah lumpur menggunakan kayu itu, nah kemudian di sana ada sungai, udah itu ajha..
Oke pak, makasih...
"belok kanan belok kiri meniti kayu bapak bilang itu ajha?? Omel saya ".
Maka bergegaslah saya beserta beberapa orang kawan cewe menuju sungai yang tlah di sebut sang bapak.
Tau-taunya ketika sampai termenggu aku jadinya,ibarat kata orang minang "tabek ketek ruponyo, jangankan untuak baranang, mancilaman kapalo se ndk masuak do".hahhahaha

Keesokan harinya, saat terik matahari membakar,seolah-olah saya kala itu berada di dalam film laskar pelangi, bocah-bicah kecil berlarian di bawah teriknya matahari tanpa alas kaki..
Cobalah sesekali bertanya menggunakan bahasa indonesia,maka mereka akan menjawab menggunakan bahasa daerah mereka. Karena tak faham bahasa satu sama lain akhirnya komunikasi terganggu dan dakwah pun harus menggunakan bahasa mereka..
Begitu terbelakang, hingga seorang ustd asal bandung berusaha keras belajar bahasa mentawai demi dakwahnya, bahkan karena daerah itu sulit di jangkau hampir smua masyarakat muslim disitu belum melakukan khitanan,hingga mereka beranjak tua umur mereka berkisar 40 tahunan...



Nah, inilah mengapa saya mengambil judul dari tulisan saya "dimana kita??".
Saat kita enak-enaknya menikmati masa kecil, ada mereka yang berjuang mati-matian untuk pendidikan..
Saat kita bisa menyicip segala jenis makanan enak, ada mereka yang hanya memakan pisang, keladi dan sagu..
Saat kita enak2 shopping di mall, ada mereka yang menanti pemberian baju-baju bekas dari kita..

Sebenarnya saya tidak mengatakan hidup miskin itu di bawah, karena saya juga berasal dari keluarga sederhana. Taukah kawan-kawan, hidup miskin itu adalah nikmat besar yang mungkin jarang didapat oleh orang kaya. Kenapa begitu??? Karena setiap peluh yang jatuh, air mata yang membasahi pipi demi memperjuangkan sebuah impian itu adalah cara kita membeli ni'mat nya Allah yang mana ni'mat itu tidak di jual untuk orang yang memiliki harta banyak, karena kesuksesan melalui sejuta pengorbanan itu ni'mat terbesar...
Maka bersyukurlah dengan keadaan kita sekarang, kaya Alhamdulillah karena dengannya kita bisa beramal lebih banyak, miskin pun Alhamdulillah karena disana terdapat ni'mat yang besar, tapi kalau bisa, marilah sama-sama untuk menjadi kaya. Kaya hati, kaya iman dan kaya harta....





Wassalamu'alaikum warahmatullahi wa barakaatuh


Eka Fitria, Mahasiswi Universitas Al-Azhar Kairo,  Mesir

About the author

Admin
Selamat membaca !

0 komentar:

Copyright © 2013 Ikatan Pelajar Minang Internasional and Blogger Themes.